Lagi, ingin menangis.
Karena dia.
Kangen, kangen sekali.
Dan tanpa pikir panjang, aku pun melakukan hal yang hanya satu-satunya bisa kulakukan demi melihatnya.
Aku melihat statusnya.
Dan aku tersentak.
Ingin menangis, lagi.
Kenapa?
Kenapa harus menangis?
Bukankah aku telah memutuskan untuk melepaskannya?
Lalu kenapa?
Akankah aku menyesal?
Tidak.
Karena aku telah memilih.
Tapi aku tidak menyangkal kalau aku sakit.
Hei laki-laki..
Aku hanyalah perempuan biasa yang mencintaimu, walau kutahu aku tak akan mendapatkanmu.
Hei laki-laki..
Aku bukanlah perempuan penuh gejolak seperti yang kau suka, hanya seorang penyendiri yang berharap kau tahu perasaanku.
Hei laki-laki..
Aku bukanlah pribadi menyenangkan yang menjadi poros pergaulan semua orang, hanya seorang naif yang mencoba beradaptasi agar diterima siapa pun.
Dan tahukah kau laki-laki?
Perasaan ini tulus padamu, meski tak ada yang bisa kuharapkan.
Kau tahu?
Aku selalu mengingatmu, memikirkanmu dan mendoakan kebaikanmu.
Aku mencintaimu, dan kutahu hidup tak sekedar mencintai.
Tapi inilah aku apa adanya.
Demi Allah, aku tidak pernah berharap.
Aku sadar diri.
Aku tidak ingin terbuai impian kosong.
Aku tidak ingin hidup dalam bayang.
Tapi... bolehkah aku tetap mencintaimu?
Sampai nanti waktu itu datang.
Dimana aku bisa benar-benar melepaskanmu.
Sampai kita berjalan di tempat kita masing-masing.
Dengan senyum bahagia.
"Karena.. ku sayang kamu."
14 Januari 2011 08.40 p.m
[Mrs. Shiroyama]
Karena dia.
Kangen, kangen sekali.
Dan tanpa pikir panjang, aku pun melakukan hal yang hanya satu-satunya bisa kulakukan demi melihatnya.
Aku melihat statusnya.
Dan aku tersentak.
Ingin menangis, lagi.
Kenapa?
Kenapa harus menangis?
Bukankah aku telah memutuskan untuk melepaskannya?
Lalu kenapa?
Akankah aku menyesal?
Tidak.
Karena aku telah memilih.
Tapi aku tidak menyangkal kalau aku sakit.
Hei laki-laki..
Aku hanyalah perempuan biasa yang mencintaimu, walau kutahu aku tak akan mendapatkanmu.
Hei laki-laki..
Aku bukanlah perempuan penuh gejolak seperti yang kau suka, hanya seorang penyendiri yang berharap kau tahu perasaanku.
Hei laki-laki..
Aku bukanlah pribadi menyenangkan yang menjadi poros pergaulan semua orang, hanya seorang naif yang mencoba beradaptasi agar diterima siapa pun.
Dan tahukah kau laki-laki?
Perasaan ini tulus padamu, meski tak ada yang bisa kuharapkan.
Kau tahu?
Aku selalu mengingatmu, memikirkanmu dan mendoakan kebaikanmu.
Aku mencintaimu, dan kutahu hidup tak sekedar mencintai.
Tapi inilah aku apa adanya.
Demi Allah, aku tidak pernah berharap.
Aku sadar diri.
Aku tidak ingin terbuai impian kosong.
Aku tidak ingin hidup dalam bayang.
Tapi... bolehkah aku tetap mencintaimu?
Sampai nanti waktu itu datang.
Dimana aku bisa benar-benar melepaskanmu.
Sampai kita berjalan di tempat kita masing-masing.
Dengan senyum bahagia.
"Karena.. ku sayang kamu."
14 Januari 2011 08.40 p.m
[Mrs. Shiroyama]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar